Minggu, 24 Februari 2008

Lugu yang sesungguhnya

"Hidup tak akan pernah mulus, layaknya jalan tol yang penggunanya tinggal membayar tarifnya, kemudian tinggal melaju dengan perseneling 4. kecepatannya pun tidak pernah turun dari angka 60"

ungkapan diatas layaknya senyawa kimia yang tiap saat kuhirup selama hidup di dunia ini. mengiringi tiap langkah kemanapun kutapakkan kaki yang . bahkan di waktu tidurpun, masih dapat kurasakan.

yang kurasa, tidak lain adalah masalah hidup yang kadang kali tidak mudah untuk menemukan jalan keluarnya dalam kesendirian. tidak pernah ada pemecahan sementara aku sendiri sekarang dalam kesendirian. meskipun ku berada sangat dekat sekali dengan para homo sapien di lingkunganku. secuil dari mereka pernah berkata dan menganggap bahwa dia dan dia adalah temanku, sahabatku dan apalah istilah lain yang memiliki artian orang terdekat.

tak mengapa mereka menganggap aku demikian. tapi, aku tetap sendiri. tidak ada sama sekali orang di sampingku. layaknya lapisan terluar udara di jagat raya ini. Senyap...hampa... tanpa udara atau tidak bisa terdengar apapun dari sepadang telinga ciptaan Allah.

Mereka hanya membuat pengakuan saja, tanpa realisasi yang tepat. bukankah itu adalah salah satu alasan rakyat memilih para pemimpin mereka. tidak ada konsepsi yang jelas mengenai apa yang pernah mereka bicarakan dalam orasi. Untuk saat ini saja, arti teman tidaklah seperti yang dibayangkan oleh banyak orang. teman-teman yang tidak pernah mengerti masalahku, apalagi harus memberi jalan keluar mengenai apa yang harus ku jalani. ketika aku nakal saja, begitu sebutanku di mata guru-guruku, mereka yang mengaku homo sapien yagn paling dekat denganku saja tidak pernah memarahi aku ketika salah, memberi solusi masalahku, hanya diam saja yang lakukan.
Benar kan....

(cerpen ini kutulis ketika pulang sekolah, Ekskul Komputer di Skul. dan sedang kacau nih pikiranku!!! tapi itu cerita itu cuman rekayasa, dan belum kuselesaikan karean ku harus pulang sekarang, 25 Feb 2008)

1 komentar:

Bunda Hur mengatakan...

hidup itu indah teman kalo kita menyadari itu...jadilah manusia yang manfaat wahai Sang Matahari...